BAB I GERAK BENDA (GERAK PADA HEWAN DAN TUMBUHAN)


GERAK PADA HEWAN
Gerak hewan yang hidup di air
Air memiliki kerapatan dan gaya angkat yang lebih besar dibandingkan udara. Hewan yang hidup di air memiliki masa jenis yang lebih kecil dari lingkungannya sehingga hewan dapat melayang di air dan mengeluarkan sedikit energi. Hewan yang hidup di air memiliki ciri:
1.       Bentuk tubuh aerodinamis/streamline/torpedo yang bertujuan untuk mengurangi hambatan ketika bergerak di air dan tubuhnya meliuk-liuk ke sisi.
2.       Memiliki ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong  gerakan di air.
3.       Memiliki sirip tambahan untuk menjaga keseimbangan
4.       Memiliki gelembung renang untuk mengatur gerakan naik turun (vertikal) dan mengeluarkan gas.
5.       Susunan otot dan tulang  belakang  yang fleksibel untuk mendorong ekor dan sirip ikan.
Gerak hewan yang hidup di udara
Hewan yang hidup di udara bergerak dengan menggunakan sayap. Tubuh hewan memiliki gaya angkat yangbesar untuk mengimbangi gaya grafitasi. Salah satu usaha untuk memperbesar gaya angkat adalah dengan mengepakkan sayapnya. Ketika sayap dikepakkan ke bawah menyebabkan gerakan mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. ketika sayap dikepakkan, udara akan mengalir ke bawah sehingga akna menghasilkan gaya yang berlawanan arah sehingga burung akan bergerak ke atas. Prinsip ini dipakai pada pesawat terbang bersayap. Ciri hewan yang hidup di udara:
1.       Sayapnya memiliki susunan kerangka ringan, tulang dada yang kuat dan otot yang kuat.
2.       Bentuk sayap airfoil sehingga udara dapat mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bawah
Hewan yang hidup di darat
Hewab darat memiliki otot dan tulang yang kuat yang digunakan untuk mengatasi inersia (kecenderungan tubuh untuk diam) dan menyimpan energi pegas (elastis) untuk melakukan berbagai aktifitas. Kecepatan gerak hewan berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan struktur tulang dan otot. Bentuk kaki yang ramping mengakibatkan hewan lebih banyak melompat ke udara dan melucur ke udara. Gaya gesek udara yang lebih kecil dari gaya geseknya menyebabkan hewan dapat berlari dengan cepat. Hewan yang bertubuh besar seperti gajah untuk melawan inersia yang besar sehingga gerakannya lamban.

GERAK PADA TUMBUHAN
Gerak pada tumbuhan berbeda dengan gerak pda hewan atau manusai, karena pada tumbuhan geraknya hanya sebagian dari anggota tubuhnya. Gerak pada tumbuhan di pengaruhi rangsang.


Berdasarkan asal rangsang, gerak tumbuhan dibedakan menjadi 3 yaitu:
A. Gerak autonom/endonom
Gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang dari tumbuhan itu sendiri. Contohnya:
Gerak sitoplasma pada sel daun Hydrilla verticillata mengelilingi  isi sel (gerak siklosis), gerak mengalirnya protoplasma pada sel elodia, gerak sel kromosom mendekati ekuator pada saat pembelahan.
B. Gerak higroskopis
Merupakan gerak bagian tumbuhan akibat adanya perubahan kadar air (kelembaban) sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Contoh gerak higroskopis: Gerak membukanya buah poling-polongan ketika kering, membukanya sporangium pada paku-pakuan dan tanaman lumut.
C. Gerak esionom
Gerak esionom merupakan gerak yang dipengaruhi oleh rangsang dari luar. Gerak esionom dibedakan menjadi:
Gerak tropisme
Gerak nasti
Gerak taksis
Gerak tropisme merupakan gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Macamny:
1.       Fototropisme: dipengaruhi cahaya, contohnya gerak ujung batang menuju cahaya matahari.
2.       Tigmotropisme: dipengaruhi oleh sentuhan. Contohnya: membelitnya batang kacang tanah, mentimun, markisa pada ajir/inang.
3.       Geotropisme: dipengaruhi oleh grafitasi bumi. Contoh: gerak akar menuju pusat bumi.
4.       Hidrotropisme: dipengaruhi oleh air. Macamnya: gerak akar mencari air.
5.       Kemotropisme: dipengaruhi oleh zat kimia. Contoh: gerak akan menuju sumber mineral
Merupakan gerak pada tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Macamnya:
1.       Fotonasti: dipengaruhi rangsang cahaya. Contohnya: mekarnya bunga pukul empat di waktu sore, mekarnya bunga sepatu di pagi hari.
2.       Seismonasti/niktinasti: dipengaruhi sentuhan/singgungan. Contohnya daun putri malu akan menutup jika disentuh, kantong semar dan tumbuhan venus (Dionaea muscipula) akan menutup jika ada serangga yang mendekat.
3.       Niktinasti: dipengaruhi rangsang berupa suasana malam. Contohnya mengatupnya daun majemuk pada turi, lamtoro, petai, sengon, kersen,putri malu pada malam hari
4.       Kemonasti: dipengaruhi zat kimia. Contohnya: membukanya stomata pada siang hari.
5.       Hidronasti: dipengaruhi oleh air. Contohnya menggulungnya daun alang-alang pada musim kemarau.
6.       Nasti kompleks: dipengaruhi oleh lebih satu rangsang. Contoh: Membuka dan menutupnya stomata.
Merupakan gerak berpindah tempat. Macamnya:
1.       Fototaksis: dipengaruhi cahaya. Contohnya: gerak kloroplas ke sumber cahaya
2.       Kemotaksis: dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya:gerak spermatozoid tumbuhan lumut dan paku menuju ovum.
3.       Galvanotaksis: dipengaruhi oleh arus listrik. Contohnya gerakan bakteri ke arah kutub positif atau negatif.




Referensi. 
Kemendikbud.2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS kelas VIII semester gasal. Jakarta: Kemendikbud RI.
Teo Sukoco, Erna Tri Wulandari dan Rinawan Abadi.2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS kelas VIII semester 1. Klaten: Intan Pariwara.