Kls 9. SISTEM REPRODUKSI (Proses yang berlangsung dalam tubuh manusia)


PROSES YANG BERLANGSUNG PADA ORGAN REPRODUKSI
Written back by wiwik s

A. Proses Pembentukan sel kelamin (Gametogenesis)
Gametogenesis dibedakan menjadi dua yakni spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis (oembentukan ovum/sel kelamin)

Spermatogenesis
Oogenesis
Berlangsung di testis
Berlangsung di ovarium
Hormon yang berpengaruh:
LH: merangsang sel Leydig menghasilkan testosteron (memacu pertumbuhan sekunder pada pria).
FSH: merangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu soermatogonium untuk memulai spermatogenis).
Hormon yang berpengaruh
FSH: merangsang pertumbuhan sel folikel di sekeliling ovum.
LH: untuk merangsang ovulasi

Satu kali spermatogenesis akan menghasilkan 4 buah sel sperma

Satu kali oogenesis menghasilkan satu sel telur sedangkan yang 3 badan kutub sekunder yang akan berdegenerasi.
Seorang perempuan paling banyak menghasilkan 400 sel telur selama hidupnya meski bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500.000 -1.000.000 oosit primer.
Hasil spermatogenesis adalah sel sperma yang memiliki ciri: Bentuk memanjang, memiliki ukuran lebih kecil dari sel telur, dapat bergerak bebas karena memiliki ekor, prosuksi terus menerus sampai tua, memiliki rentang hidup lama yakni setelah ejakulasi dalam rahim wanita mampu bertahan 3-5 hari, sperma memiliki bagian kepala yang mengandung inti dan akrosom (akrosom mengandung enzim hialuronidase dan akrosin/proteinase yang berfungsi untuk menembus pelindung ovum, bagian leher  (tengah) mengandung mitokondria untuk penmbangkit energi untuk pergerakan sperma, ekor untuk bergerak
Hasil oogenesis adalah sel telur/ovum dengan ciri: bentuk bulat/oval/lingkaran, ukurannya lebih besar dari ovum, tidak dapat bergerak, produksi berhenti sampai wanita mengalami menopause, memiliki rentang hidup pendek yakni 12-24 jam tidak dibuahi maka sel telur akan larut

B. Menstuasi
Menstruasi adalah peristiwa meluruhnya dinding rahim dan ovum yang tidak dibuahi yang diikuti pendarahan. Menstruasi terjadi secara teratur tiap bulan membentuk siklus. Siklus menstruasi pada umumnya berlangsung selama 28  hari, tetapi siklus menstruasi setiap individu bervariasi yakni 24-40 hari yang terdiri dari 4 fase yakni:
1.       Fase menstruasi. Terjadi pada hari 1-5 dari siklus menstruasi, dimulai ketika progesteron  berhenti produksi, dinding rahim yang semula menebal akan meluruh diikuti pendarahan.
2.       Fase reparasi. Terjadi pada hari ke 6 – 10, merupakan fase penyembuhan pembuluh darah yang pecah saat menstruasi, FSH (follicle Stimulating Hormon) mulai diproduksi guna memacu pematangan sel telur/ovum, estrogen juga diproduksi untuk memacu penebalan dinding rahim.
3.       Fase proliferasi/fase subur. Terjadi pada hari  ke 11 – 17 setelah hari pertama menstruasi, terjadi pelepasan sel telur yang berupa oosit sekunder (oosit II), bertahan  hidup 24-48 jam berjalan di sepanjang tuba falopii menuju uterus, hormon LH (Luteinizing  Hormon) diproduksi.
Massa subur = awal mens + rata – rata mens -14 hari.
Contoh soal:
Seorang wanita mengalami menstruasi pada tanggal 5 Juni dengan daur menstruasi 28 hari maka masa suburnya adalah:
5 +28-14 = 19 Juli
4.       Fase sekresi. Terjadi hari ke 18-28 setelah menstruasi, progesteron diproduksi yang berfungis memacu terjadi penebalan  rahim dan estrogen untuk proses implantasi (penempelan sel telur). Produksi progesteron akan berhenti jika tidak terjadi pembuahan.

C. Fertilisasi dan kehamilan
Fertilisasi/pembuahan merupakan peristiwa peleburan inti sel sperma dan inti sel telur yang berupa oosit sekunder. Setelah terjadi pembuahan terbentuk zygot, zygot bergerak menuju ke oviduk sambil membelah secara mitosis dan zygot selanjutnya menuju uterus. Zygot mengalami perkembangan embrio melalui tahapan sebagai berikut:
1.  Tahap morula. Zygot membelah dan menghasilkan sel yang sama besar dengan bentuk menyerupai buah arbei.
2.      Tahap blastula. Sel morula membelah membentuk blastosit (sampai di uterus pada hari ke 4-5 pasca ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Tropoblast merupakan lapisan luar blastosit yangberfungsi dalam proses implantasi/penempelan embrio.Blastosit mengandung bintik benih dan selang 6 hari setelah fertilisasi tropoblast menempel pada dinding uterus dan melepaskan korionik gonadotropin yang berfungsi untuk melindungi kehamilan dengan cara menstimulasi prosuksi estrogen dan progesteron yang memacu penebalan dinding rahim.
3.  Tahap gastrula. Jika implantasi blastosit berhasil maka akan terjadi kehamilan (gestasi). Proses kehamilan berlangsung sekitar 280 hari. Bintik benih akan tumbuh menjadi berbagai organ yang dimiliki embrio. Setelah minggu ketujuh akan tumbuh janin/fetus.
Pada tropoblast bagian yang berkembang menjadi membran embrio yang terdiri dari bagian-bagian:
a. kantong kuning telur (yolk sac), merupakan pelebaran endodermis yang berisi cadangan makanan bagi embrio.
b.  Amnion, berisi cairan tempat embrio mengapung dan melindungi embrio dari benturan.
c. Alantois, merupakan selaput yang membentuk tali pusar. Alantois berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen bagi embrio, saluran pengeluaran zat sisa dari embrio.
d. Korion, merupakan dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan tropoblast. Korion dengan jaringan endometrium akan membentuk plasenta.
Perkembangan embrio selama kehamilan dapat dibagi menjadi 3 tahapan yakni:
·         Trisemester pertama/tiga bulan pertama. Merupakan masa pertama organogenesis yang mana masa paling rawan kerusakan bahkan bisa mengalami keguguran. Minggu ke-8 semua struktur organ terbentuk dikenal dengan masa fetus. Minggu ke-4 jantung berdetak, pada akhir bulan ketiga  janin memiliki panjang sekitar 5 cm.
·         Trisemester kedua/tida bulan kedua. Rahim tumbuh membesar dan terlihat kehamilannya, janin berukuran sekitar 30 cm dengan berat sekitar 2-3 kg. Pada bulan keempat sistem tubuh berkembang, rambut kepala tumbuh. Pada bulan kelima otot rangka tumbuh menebal, badan tumbuh lebih cepat daripada kepala, tubuhnya tertutup rambut yang halus. Pada bulan keenam bulu mata dan alis terbentuk, kelopak mata membuka,kulit masih berkeriput.
·         Trisemester ketiga/tiga bulan ketiga. Pada  bulan ketujuh kepala dan tubuh mendekati proporsional, berukuran sekotar 13-17 inchi, dapat mengubah posisi tubuh dan mampu menyimpan lemak. Pada bulan kedelapan janin laki-laki testisnya turun ke dalam scrotum, paru-paru belum tumbuh sempurna,cadangan lemak meningkat, janin berukuran 16-18 inci. Pada bulan kesembilan Janin lebih peka terhadap rangsangan, panjang janin 46-51 cm dengan berat berkisar 2,5 – 3,2 kg, sistem peredaran darah dan pernafasan mengalami perubahan untuk persiapan bernafas waktu kelahiran.


D. Hormon-hormon yang berperan dalam kehamilan dan persalinan
·       Progresteron dan estrogen: estrogen dan progresteron pada bulan keempat untuk menjaga  penebalan rahim dan menjaga kebutuhan zygot.
·        Prolaktin: Prolaktin diproduksi oleh plasenta untuk merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI, mengatur metabolisme  pada ibu.
·     HCG dihaslkan plasenta yang berfungsi menjaga sel telur yang telah dibuahi sperma dalam melakukan implantasi atau menempel pada dinding rahim.
·   Relaksin dihasilkan plasenta  yang berfungsi untuk mempengaruhi fleksibelitas simfisis pubis/tulang kelamin dan organ lainnya untuk mempengaruhi kehamilan.
·      Oksitosin berfungsi untuk memacu kontraksi rahim untuk keluarnya janin.


Referensi.
Kemendikbud RI. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS kelas IX semester 1. Jakarta: Kemendikbud RI.

Fery Widiyanto, Wigati hadi Omegawati, Hendra Heryanto. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS kelas IX. Yogjakarta: Intan Pariwara.