BAB IV. INDAHNYA KEBERSAMAAN DENGAN SHALAT BERJAMAAH

 

SHALAT BERJAMAAH

Pertemuan pertama

Pengertian Shalat jamaah

Salat berjamaah adalah salat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang dari mereka menjadi imam, sedangkan yang lainnya menjadi makmum.

Hukum shalat jamaah

Hukum salat wajib  berjamaah  adalah sunnah  muakkadh,  yaitu sunnah yang  sangat dianjurkan.  Bahkan,  sebagian  ulama  mengatakan  hukum salat berjamaah  adalah

fardhu  kifayah.

Dasar hukum salat berjamaah

QS. Al Baqarah/2 : 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'

Keutamaan salat berjamaah

1. Pahalanya dilipatgandakan 27  derajat. Hadis Rasulullah saw.:

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Dari  Ibnu  Umar  r.a.,  Rasulullah saw.  bersabda,  Salat berjamaah  lebih utama

dibandingkan salat sendirian dengan dua  puluh tujuh derajat.”(H.R. Bukhari

dan  Muslim)

2. Akan  dibebaskan  oleh  Allah Swt.  dari  api  neraka.  Perhatikan  keterangan  dari  hadis  berikut ini.

“Dari  Anas  bin  Malik  r.a.,  dari  Nabi  Muhammad  saw.,  sesungguhnya  beliau

bersabda:  “Barangsiapa  salat  di  masjid  dengan  berjamaah  selama  empat  puluh

malam,  dan  tidak  pernah  tertinggal  pada  rakaat  pertama  dari  £alat  Isya,  maka

Allah akan membebaskan  baginya dari  api neraka.” (H.R.  Ibnu  Majah).

 

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali syaithan akan menguasainya. Berjama’ahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian”

3. Dihapuskannya kesalahannya
Dari Abu Hurairah ra berkata: rasulullah saw bersabda: ((barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke salah satu rumah Allah, untuk melaksanakan salah satu kewajiban terhadap Allah, maka kedua langkahnya yang satu menghapuskan kesalahan, dan yang lain meninggikan derajat)

  4. menjalin silaturahmi antarsesama;

  5. mengajarkan hidup disiplin, saling mencintai, dan menghargai;

  6. menjaga persatuan, kesatuan, dan kebersamaan;

  7. menahan dari kemauan sendiri (egois);

  8. mengajarkan kepatuhan seorang muslim kepada pimpinannya.

 

Ketentuan Shalat Berjamaah

Syarat  Sah Salat Berjamaah

a. Ada imam.

b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.

c. Salat dikerjakan dalam satu majelis.

d. Salat makmum sesuai dengan salat-nya imam.

 

Syarat menjadi imam:

a. Mengetahui syarat dan rukun salat, serta perkara yang membatalkan salat,

b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,

c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,

d. Berakal sehat,

e. Ballig,

f.  Berdiri pada posisi paling depan,

g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmumnya perempuan semua), h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.

 

Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.

a. Makmum berniat mengikuti imam,

b. Mengetahui gerakan salatimam,

c. Berada dalam satu tempat dengan imam,

d. Posisinya di belakang imam, dan

e. Hendaklah salatmakmum sesuai dengan salatimam, misalnya imam salat Asar makmum juga salat Asar

 

Aturan/tata cara makmum:

1. memenuhi shaf yang masih kosong

2. merpaikan dan meluruskan shaf

3. ketika imam memerintahkan untuk meluruskan shaf, makmuk cukup menjawab “ sami;naa wa atho’naa (kami mendengar dan kami menaatinya)

4. mengikuti gerakan imam

5. ketika imam membaca surat al fatihah dengan keras, makmum disunahkan membaca amin

6. Jika imam lupa melakukan rukun shalat, makmum laki-laki mengingatkan dengan membaca tasbih ‘subhanallah’, sedang makmum perempuan denga menepukkan tangan.

7. Jika imam lupa membaca ayat al qurna maka makmum mengingatkan dengan ayat/bacaan yang keliru tersebut.

8. ketika imam shalatnya batal, maka makmum yang terdekat menggantikan imam dengan mengeraskan  suaranya atau maju dan menempati posisi imam.

 

Makmum Masbuq

Makmum Masbuq adalah  makmum yang  tidak  sempat  membaca  surat al Fatikhah bersama imam di rakaat pertama.

Lawan katanya adalah makmum muwafiq, yakni  makmum  yang  dapat  mengikuti  seluruh  rangkaian salat berjamaah  bersama imam.

Jika kalian dalam kondisi ketinggalan berjamaah seperti ini, perlu kecermatan dalam tata cara  menghitung  jumlah  rakaat. Untuk  itu,  perhatikan  beberapa  ilustrasi  peristiwa berikut. Penjelasan ini sangat penting, siapa tahu kalian mengalaminya:

Ilustrasi  1

Pada  saat  makmum  datang  untuk  berjamaah salat Asar,  imam  masih  berdiri  pada rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ikhrom,dan membaca al-Fatikhah.  Namun, sebelum selesai membaca al-Fatikhahimam rukuk, maka dalam keadaan ini  makmum  harus  segera  rukuk  mengikuti  imam  tanpa  harus  menyelesaikan  bacaan  al-Fatikhah.  Makmum  semacam  ini  masih  dinyatakan  mendapatkan  seluruh  rakaat  bersama  imam.  Jadi,  Pada  saat  imam  menutup salat dengan  salam,  makmum  tersebut ikut salam.

 Ilustrasi  2

Pada  saat  makmum  datang  untuk  berjamaah salat ashar,  imam  sedang  rukuk untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan membaca al-Fatikhah  meskipun  hanya  satu  ayat.  Lalu,  makmum  segera  rukuk  mengikuti  imam  tanpa  harus  menyelesaikan  bacaan  al-Fatikhah.  Makmum  semacam  ini  masih  dinyatakan  mendapatkan  seluruh  rakaat  bersama  imam.  Jadi,  pada  saat  imam  menutup salat dengan salam, makmum tersebut ikut salam.

 Ilustrasi  3

Pada  saat  makmum  datang  untuk  berjamaah  salat  asar,  imam  sedang i‘tidal atau sujud untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ikhrom, dan langsung i‘tidal atau  sujud  bersama  imam.  Pada  saat  imam  menutup salat dengan  salam,  makmum berdiri lagi untuk menambah kekurangan rakaat yang belum selesai

 

Halangan salat Berjamaah

salat berjamaah  dapat  ditinggalkan,  kemudian  melakukan salat sendirian (munfarid).  Faktor yang menjadi halangan itu adalah :

a. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat salatberjamaah,

b. Angin kencang yang sangat membahayakan,

c. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat salat berjamaah,

d. Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil, dan

e. Karena baru makan makanan yang baunya sukar dihilangkan, seperti bawang, petai, dan jengkol.

 

Pertemuan kedua

Materi Reguler

Cara mengatur Shaf Shalat Jamaah

·                  Bila jamaahnya terdiri dari dua orang laki-laki, satu sebagai imam dan satu sebagai makmum dengan posisi makmum sejajar imam dan imam berada di sebelah kanan (makmum boleh mengundurkan kakinya sedikit).

·                  Bila jamaah terdiri dari satu  laki-laki dan satu perempuan, maka perempuan (sebagai makmum) posisinya di belakang  laki-laki.

·                  Bila jamaah  terdiri dari 3 orang laki-laki semua, maka satu  sebagai imam, dan 2 orang yang lain sebagai makmum dengan posisi di belakang imam.

·                  Bila Jamaah  terdiri dari banyak orang (laki-laki dan perempuan), meka pengaturannya:

1.         Untuk shaf  pertama diisi oleh laki-laki yang sudah dewasa

2.         Shaf kedua diisi oleh anak laki-laki

3.         Shaf  berikutnya diisi anak-anak perempuan

4.         Disusul dengan shaf  terakhir yang ditempati perempuan dewasa

 

Tata Cara Shalat Berjamaah

Salat wajib berjamaah adalah sebagai berikut.

1. Salat berjamaah  diawali  dengan  adzan dan  iqomah, tetapi  kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqomah saja.

2. Barisan salat di  belakang imam  diisi  oleh  jamaah  laki-laki, sementara  jamaah perempuan berada di belakangnya.

3.  Di dalam melaksanakan salat berjamaah seorang imam membaca bacaan salat  ada yang nyaring (jahr) dan ada yang dilirihkan (sir). Bacaan yang dinyaringkan

adalah:

a)      Bacaan takbirotul ikhram, ,dan salam;

b)      Bacaan al-Fatihah dan  ayat-ayat al-Qur'an pada  dua  rakaat  pertama salatMagrib, Isya, dan Subuh. Begitu juga dengan salat Jumat, gerhana, istisqo, idain(dua hari raya), Tarawihdan Witir;

c)      Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah imam selesai membaca al-Fatihahyang dinyaringkan.

4.  Makmum  harus  mengikuti  gerakan  imam  dan  tidak  boleh  mendahului  gerakan imam;

5.  Setelah  salam,  imam  membaca dzikir dan  doa  bersama-sama  dengan  makmum  atau membacanya sendiri-sendiri.

 

Sikap  kecintaan  kepada salat berjamaah  dapat  diwujudkan  melalui  perilaku  sebagai berikut.

1. Ketika  masuk  waktu salat segera  menuju  ke  masjid  dan  mengumandangkan atau mendengarkan adzan.

2.  Ketika mendengar adzan segera menuju masjid.

3.  Mengajak teman-temannya untuk salat berjamaah.

4.  Suka  menjalin tali silaturahmi antara sesama di masjid.

5.  Senang mendatangi majelis taklim untuk menuntut ilmu agama.

6.  Tidak  suka  membeda-bedakan  status  sosial  seseorang,  karena  kedudukannya sama di hadapan Allah Swt.

7.  Bersikap demokratis, taat kepada pimpinan selama tidak melakukan kesalahan. Apabila pimpinan salah kita wajib mengingatkan ke jalan yang benar, temasuk di dalam taat kepada kedua orang tua dan guru.

8.  Menjaga persatuan, kesatuan, dan bersikap demokratis.